Silahkan order di 08562038661
(Disc 500% periode juni-juli 12)
Minggu, 24 Juni 2012
Jumat, 22 Juni 2012
Jumat, 11 Mei 2012
'Manifesto 2012': Menelusuri Karya-karya Historik Seni Rupa Indonesia
Jakarta - Seorang perempuan berbusana kantoran berfoto
di depan sebuah lukisan berukuran raksasa. Bukan sembarang lukisan,
karena itu adalah karya Raden Saleh tahun 1867 berjudul 'Pejabat Belanda
di Yogyakarta'. Lukisan itu memperlihatkan sosok pria Belanda berdahi
botak, berkumis tebal, serius dan berwibawa dalam busana bangsawan.
Foto beraura mistis dan magis itu memang sedang dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta. Aroma masalalu sangat kental mewarnai pameran besar bertajuk 'Manifesto 2012: Orde dan Konflik' itu. Lukisan Raden Saleh dikeluarkan dari tempat penyimpanannya bersama lebih dari 150 karya dari seniman-seniman lainnya, dan tak hanya lukisan, tapi juga patung, grafis, gambar, objek, video, fotografi hingga instalasi.
Sebagian besar dari karya-karya itu memang berasal dari masa lalu. Karya-karya itu sebelumnya pernah ditampilkan dalam pameran-pameran penting. 'Manifesto 2012' yang dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Kamis (26/4/2012) malam dimaksudkan sebagai retrospeksi atas tonggak-tonggak karya dalam khasanah seni rupa di Indonesia sejak zaman 'mooi indie' hingga era "OK Video".
Lewat pameran tersebut, masyarakat bisa menyaksikan kembali lukisan-lukisan terkenal dari S. Sudjojono, Affandi, dan Basuki Abdullah. Menyaksikan pameran itu kita jadi tahu, atau diingatkan kembali, bahwa misalnya gambar penyair Chairil Anwar yang sangat ikonik itu (kepala miring, rambut belah pinggir, menyulut rokok) adalah lukisan Gusti Solichin tahun 1955. Atau, bahwa salah satu mantan Gubernur Jakarta, Henk Ngantung adalah seorang pelukis.
Setiap dekade terwakili dalam pameran yang digelar hingga 10 Mei 2012 itu. Misalnya, dari dekade 80-an kita bisa menyaksikan lukisan Dede Eri Supria, 'Berangkat Kerja'. Sedangkan dari era 2000-an tampak antara lain lukisan 'Demit 2000'-nya Djoko Pekik. Masih ingat karya provokatif Hardi yang menggambarkan sosok dirinya dalam baju jenderal, berjudul 'Presiden RI Th 2001 Suhardi'? Karya cetak saring di atas kertas produksi 1979 itu bisa Anda pelajari lagi.
Dari khasanah instalasi dimunculkan kembali antara lain 'Learning to Queen Up to The Ants' karya Krisna Murti tahun 1996 yang menampilkan sebarisan kuda kayu sedang menonton TV. Semua karya yang dipamerkan tersebut adalah koleksi negara yang tersimpan di berbagai lembaga seni rupa dan permuseuman utama di Jakarta. Kurasi dilakukan oleh Rizki A. Zaelani dan Ade Darmawan.
Dalam catatan kuratorial mereka, Rizki dan Ade mengatakan, pameran 'Manifesto 2012' hendak menunjukkan karya-karya sejarah yang dikerjakan para seniman di masa dulu hingga transformasi gagasan-gagasan di dalamnya yang bisa kita lihat pada karya-karya di masa kini.
"Pameran ini menampilkan karya-karya historik yang kini menjadi bagian dari koleksi negara dan juga karya-karya yang lebih baru yang dikerjakan generasi seniman yang lebih muda. Intinya, ingin mengambil pelajaran tentang risalah orde dan konflik melalui gagasan dan ekspresi karya-karya seni rupa," papar mereka.
Ditambahkan, tema 'Orde dan Konflik' diajukan sebagai jalan untuk menemukan dan memahami situasi masyarakat kita kini yang seakan terus dirundung pertentangan dan konflik perbedaan. Pameran juga disertai dengan sesi diskusi yang akan digelar di Ruang Seminar Galeri Nasional pada 8 Mei pukul 10.00 WIB. detik.com
Foto beraura mistis dan magis itu memang sedang dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta. Aroma masalalu sangat kental mewarnai pameran besar bertajuk 'Manifesto 2012: Orde dan Konflik' itu. Lukisan Raden Saleh dikeluarkan dari tempat penyimpanannya bersama lebih dari 150 karya dari seniman-seniman lainnya, dan tak hanya lukisan, tapi juga patung, grafis, gambar, objek, video, fotografi hingga instalasi.
Sebagian besar dari karya-karya itu memang berasal dari masa lalu. Karya-karya itu sebelumnya pernah ditampilkan dalam pameran-pameran penting. 'Manifesto 2012' yang dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Kamis (26/4/2012) malam dimaksudkan sebagai retrospeksi atas tonggak-tonggak karya dalam khasanah seni rupa di Indonesia sejak zaman 'mooi indie' hingga era "OK Video".
Lewat pameran tersebut, masyarakat bisa menyaksikan kembali lukisan-lukisan terkenal dari S. Sudjojono, Affandi, dan Basuki Abdullah. Menyaksikan pameran itu kita jadi tahu, atau diingatkan kembali, bahwa misalnya gambar penyair Chairil Anwar yang sangat ikonik itu (kepala miring, rambut belah pinggir, menyulut rokok) adalah lukisan Gusti Solichin tahun 1955. Atau, bahwa salah satu mantan Gubernur Jakarta, Henk Ngantung adalah seorang pelukis.
Setiap dekade terwakili dalam pameran yang digelar hingga 10 Mei 2012 itu. Misalnya, dari dekade 80-an kita bisa menyaksikan lukisan Dede Eri Supria, 'Berangkat Kerja'. Sedangkan dari era 2000-an tampak antara lain lukisan 'Demit 2000'-nya Djoko Pekik. Masih ingat karya provokatif Hardi yang menggambarkan sosok dirinya dalam baju jenderal, berjudul 'Presiden RI Th 2001 Suhardi'? Karya cetak saring di atas kertas produksi 1979 itu bisa Anda pelajari lagi.
Dari khasanah instalasi dimunculkan kembali antara lain 'Learning to Queen Up to The Ants' karya Krisna Murti tahun 1996 yang menampilkan sebarisan kuda kayu sedang menonton TV. Semua karya yang dipamerkan tersebut adalah koleksi negara yang tersimpan di berbagai lembaga seni rupa dan permuseuman utama di Jakarta. Kurasi dilakukan oleh Rizki A. Zaelani dan Ade Darmawan.
Dalam catatan kuratorial mereka, Rizki dan Ade mengatakan, pameran 'Manifesto 2012' hendak menunjukkan karya-karya sejarah yang dikerjakan para seniman di masa dulu hingga transformasi gagasan-gagasan di dalamnya yang bisa kita lihat pada karya-karya di masa kini.
"Pameran ini menampilkan karya-karya historik yang kini menjadi bagian dari koleksi negara dan juga karya-karya yang lebih baru yang dikerjakan generasi seniman yang lebih muda. Intinya, ingin mengambil pelajaran tentang risalah orde dan konflik melalui gagasan dan ekspresi karya-karya seni rupa," papar mereka.
Ditambahkan, tema 'Orde dan Konflik' diajukan sebagai jalan untuk menemukan dan memahami situasi masyarakat kita kini yang seakan terus dirundung pertentangan dan konflik perbedaan. Pameran juga disertai dengan sesi diskusi yang akan digelar di Ruang Seminar Galeri Nasional pada 8 Mei pukul 10.00 WIB. detik.com
Ketika Seni Rupa dan Desain Bertemu di Kaleng Kerupuk
Jakarta - Kaleng-kaleng kerupuk tiba-tiba "mejeng" di
salah satu lorong bagian belakang lantai dasar Hotel Grandkemang,
Jakarta. Benda-benda itu tampak anggun di atas papan-papan bertiang
tinggi, berkelompok dalam beberapa bagian terpisah. Ada yang kosong, ada
pula yang benar-benar ada kerupuknya.
Yang jelas, semua kaleng yang mejeng itu sudah tak polos lagi. Di sisi-sisinya telah dilukis, atau dihias dengan gambar-gambar potret diri. Seniman Ayang Kalake memanfaatkan dinding-dinding kaleng kerupuk itu sebagai kanvas ataupun media untuk mencetak gambar.
Karya bertajuk 'Kaleng Kerupuk' itu memang tidak kebetulan berada di situ. Pemandangan tersebut merupakan bagian dari gelaran Indonesian Cotemporary Art and Desaign (Icad) 2012 yang akan berlangsung hingga 15 Juni. Tak kurang dari 37 seniman ikut ambil bagian dalam pameran tahunan yang telah memasuki perhelatan ke-3 itu.
Ada sejumlah kemajuan, antara lain dari segi jumlah seniman yang tampil, yang melonjak dua kali lipat lebih dibandingkan tahun lalu. Tahun ini mengusung tema 'GEN i Us', Icad masih setia dengan konsepnya mempertemukan dunia seni rupa dengan desain, industri hotel, teknologi dan hiburan.
Tidak semuanya merupakan karya baru, memang, yang hadir dalam Icad kali ini. Instalasi berjudul 'Education' karya perancang busana Oscar Lawalata misalnya, sebelumnya telah tampil di pameran 'Dysfashional' di Galeri Nasional, Mei tahun lalu. Dalam instalasi ini, Oscar menata kursi-kursi layaknya sebuah ruang kelas. Namun, kursi-kursi kayu mungil itu telah dibungkus dengan aneka kain batik, tenun dan ikat.
Karya-karya yang tampil di Icad 2012 dipajang dari kolam di depan hotel, lobi, lorong belakang lantai dasar, hingga sebagian lantai dua. Perupa Hanafi menampilkan instalasi ukuran besar yang terbentang di depan lobi pintu masuk samping. Karya berjudul 'Original:Fake' itu menampilkan cetak sidik jari yang dihamparkan dalam sebidang plat balok persegi panjang.
Berdampingan dengan itu adalah 'Constellation Neverland' karya Adi Panuntun, sebuah instalasi dome yang didalamnya terdapat video mapping. Memasuki dome itu, kita berasa masuk ke dunia lain, sebuah negeri bersalju yang mungkin menjadi obsesi dan fantasi bagi warga dari negeri yang hanya mengenal musim hujan dan kemarau.
Adi Panuntun bukan nama baru di pergelaran Icad. Tahun lalu ia juga memamerkan karyanya. Hardiman Radjab tahun ini juga muncul kembali dengan ciri khasnya yang memanfaatkan benda-benda sekitar yang familiar. Kali ini, ia menampilkan serangkaian karyanya lewat koper. Benda yang biasa dipakai untuk bepergian itu, di tangan Hardiman berubah menjadi metafora yang menyindir situasi sosial-politik aktual negeri ini.
Mempertemukan seni rupa dengan desain memang bukan hal baru dalam pameran seni rupa di Tanah Air. Bahkan, kecenderungan itu memang telah menjadi tren beberapa tahun belakangan. Yang beda dari Icad, pameran tersebut hadir di hotel, dan bukan galeri seni, sehingga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menjangkau dan ditengok publik yang lebih luas. detik.com
Yang jelas, semua kaleng yang mejeng itu sudah tak polos lagi. Di sisi-sisinya telah dilukis, atau dihias dengan gambar-gambar potret diri. Seniman Ayang Kalake memanfaatkan dinding-dinding kaleng kerupuk itu sebagai kanvas ataupun media untuk mencetak gambar.
Karya bertajuk 'Kaleng Kerupuk' itu memang tidak kebetulan berada di situ. Pemandangan tersebut merupakan bagian dari gelaran Indonesian Cotemporary Art and Desaign (Icad) 2012 yang akan berlangsung hingga 15 Juni. Tak kurang dari 37 seniman ikut ambil bagian dalam pameran tahunan yang telah memasuki perhelatan ke-3 itu.
Ada sejumlah kemajuan, antara lain dari segi jumlah seniman yang tampil, yang melonjak dua kali lipat lebih dibandingkan tahun lalu. Tahun ini mengusung tema 'GEN i Us', Icad masih setia dengan konsepnya mempertemukan dunia seni rupa dengan desain, industri hotel, teknologi dan hiburan.
Tidak semuanya merupakan karya baru, memang, yang hadir dalam Icad kali ini. Instalasi berjudul 'Education' karya perancang busana Oscar Lawalata misalnya, sebelumnya telah tampil di pameran 'Dysfashional' di Galeri Nasional, Mei tahun lalu. Dalam instalasi ini, Oscar menata kursi-kursi layaknya sebuah ruang kelas. Namun, kursi-kursi kayu mungil itu telah dibungkus dengan aneka kain batik, tenun dan ikat.
Karya-karya yang tampil di Icad 2012 dipajang dari kolam di depan hotel, lobi, lorong belakang lantai dasar, hingga sebagian lantai dua. Perupa Hanafi menampilkan instalasi ukuran besar yang terbentang di depan lobi pintu masuk samping. Karya berjudul 'Original:Fake' itu menampilkan cetak sidik jari yang dihamparkan dalam sebidang plat balok persegi panjang.
Berdampingan dengan itu adalah 'Constellation Neverland' karya Adi Panuntun, sebuah instalasi dome yang didalamnya terdapat video mapping. Memasuki dome itu, kita berasa masuk ke dunia lain, sebuah negeri bersalju yang mungkin menjadi obsesi dan fantasi bagi warga dari negeri yang hanya mengenal musim hujan dan kemarau.
Adi Panuntun bukan nama baru di pergelaran Icad. Tahun lalu ia juga memamerkan karyanya. Hardiman Radjab tahun ini juga muncul kembali dengan ciri khasnya yang memanfaatkan benda-benda sekitar yang familiar. Kali ini, ia menampilkan serangkaian karyanya lewat koper. Benda yang biasa dipakai untuk bepergian itu, di tangan Hardiman berubah menjadi metafora yang menyindir situasi sosial-politik aktual negeri ini.
Mempertemukan seni rupa dengan desain memang bukan hal baru dalam pameran seni rupa di Tanah Air. Bahkan, kecenderungan itu memang telah menjadi tren beberapa tahun belakangan. Yang beda dari Icad, pameran tersebut hadir di hotel, dan bukan galeri seni, sehingga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menjangkau dan ditengok publik yang lebih luas. detik.com
Kamis, 03 Mei 2012
'The Scream' Karya Edvard Munch
Pelelangan Lukisan 'The Scream' Karya Edvard Munch
Rumah lelang Sotheby di New York City menjual lukisan 'The Scream' karya Edvard Munch seharga $119.922.500 atau setara dengan Rp 1,090 triliun. Harga ini mengalahkan rekor harga lukisan termahal sebelumnya, yaitu Picasso berjudul "Nude, Green Leaves, and Bust" seharga $ 106,5 juta atau Rp 976,1 miliar.
Rabu, 02 Mei 2012
Membedakan Batik Tulis, Cap, dan Print
Memiliki batik bukan berarti hanya sekadar punya, tapi juga mengenal.
Bisa dimulai dengan mengetahui, mengidentifikasi, mencari tahu
asal-usulnya, sebagaimana mengenali pasangan kita.
Mari kita berkenalan dengan tiga jenis batik berdasarkan teknik pembuatannya, yakni batik tulis, cap dan print. Bagaimana mengenali perbedaan antara tiga jenis batik?
BATIK TULIS
Tidak banyak yang tahu, kapan tepatnya teknik merintang warna diatas kain dengan menggunakan malam yang kemudian disebut batik pertama kali masuk ke Indonesia.
Konon, teknik ini dibawa oleh anak buah kapal Laksamana Ceng Ho yang bernama Binang Oen. Namun, menurut Robyn Maxwell dalam bukunya “Textiles Of South East Asia: Trdition, Trade And Transformation”, batik mungkin baru berkembang di abad ke XVII.
Semua punya teorinya sendiri. Batik tulis disebut “batik tulis” karena perintang warnanya dibubuhkan dengan cara seperti menulis dengan menggunakan alat bernama canting.
Ciri-ciri:
1) Tidak ada satu pun batik tulis yang kembar, semua dibuat hanya satu setiap lembar. Motif biasanya lebih rumit.
2) Karena dibuat dengan tangan, tidak ada satu pun yang motifnya sempurna. Justru ketidaksempurnaan inilah yang membuat batik tulis sangat manusiawi.
3) Bolak-balik, warna dan motifnya sama. Hal ini dikarenakan, setelah bagian depannya dicanting, bagian baliknya kemudian harus dicanting lagi.
4) Memiliki ukuran yang tidak biasa misalnya 2 x 1,25 meter persegi.
5) Kalau batik kuno, biasanya ada inisial tulisan tangan nama pembatik di ujung kain.
BATIK CAP
Batik cap mulai berkembang di Indonesia setelah meningkatnya permintaan terhadap kain batik di pertengahan abad XIX. Pada saat itu produsen batik mulai mencari cara untuk bisa memproduksi batik dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat.
Dari sini kemudian dibuatlah lempengan besi dengan motif batik untuk membubuhkan malam pada permukaan kain mori. Lempengan besi ini kemudian berfungsi seperti “stempel” yang dicapkan ke atas kain. Sehingga batiknya kemudian disebut sebagai batik cap.
Ciri-ciri:
1) Motifnya cenderung berulang, tidak banyak detail.
2) Bolak-balik warnanya tidak sama, bagian belakang cenderung memiliki warna yang lebih redup atau tipis.
3) Karena sudah masuk produksi masal, kualitas bahan umumnya tidak terlalu baik.
4) Dijual per lembar dengan ukuran standart kain potong.
5) Karena kain mori, biasanya tidak melalui proses perebusan berhari-hari seperti batik tulis.
BATIK PRINT
Atau yang bisa juga disebut sebagai kain tekstil bermotif batik. Muncul di Indonesia tahun 1970-an seiring penetapan batik sebagai pakaian nasional.
Kain tekstil bermotif batik ini awalnya diproduksi oleh industri tekstil lokal, namun karena permintaan yang semakin banyak akhirnya batik print ini juga diproduksi oleh pabrik luar negeri — inilah yang kemudian dikhawatirkan akan mematikan industri kerajinan batik lokal.
Ciri-ciri:
1) Motifnya sangat detail dan rapi, sangat rapi bahkan.
2) Warnanya cerah dan sangat menarik.
3) Bagian belakang berwarna putih, dengan sedikit tembusan-tembusan warna dari bagian mukanya.
4) Harganya sangat murah.
5) Biasanya dijual meteran.
Tidak sulit kan membedakan batik tulis, cap dan print? Hanya butuh latihan. Semakin sering kita bersentuhan dengan kain batik, memakainya dan berdialog dengan pedagang serta pembuatnya, semakin ahli kita mengidentifikasi kain batik.
http://id.she.yahoo.com
Mari kita berkenalan dengan tiga jenis batik berdasarkan teknik pembuatannya, yakni batik tulis, cap dan print. Bagaimana mengenali perbedaan antara tiga jenis batik?
BATIK TULIS
Tidak banyak yang tahu, kapan tepatnya teknik merintang warna diatas kain dengan menggunakan malam yang kemudian disebut batik pertama kali masuk ke Indonesia.
Konon, teknik ini dibawa oleh anak buah kapal Laksamana Ceng Ho yang bernama Binang Oen. Namun, menurut Robyn Maxwell dalam bukunya “Textiles Of South East Asia: Trdition, Trade And Transformation”, batik mungkin baru berkembang di abad ke XVII.
Semua punya teorinya sendiri. Batik tulis disebut “batik tulis” karena perintang warnanya dibubuhkan dengan cara seperti menulis dengan menggunakan alat bernama canting.
Ciri-ciri:
1) Tidak ada satu pun batik tulis yang kembar, semua dibuat hanya satu setiap lembar. Motif biasanya lebih rumit.
2) Karena dibuat dengan tangan, tidak ada satu pun yang motifnya sempurna. Justru ketidaksempurnaan inilah yang membuat batik tulis sangat manusiawi.
3) Bolak-balik, warna dan motifnya sama. Hal ini dikarenakan, setelah bagian depannya dicanting, bagian baliknya kemudian harus dicanting lagi.
4) Memiliki ukuran yang tidak biasa misalnya 2 x 1,25 meter persegi.
5) Kalau batik kuno, biasanya ada inisial tulisan tangan nama pembatik di ujung kain.
BATIK CAP
Batik cap mulai berkembang di Indonesia setelah meningkatnya permintaan terhadap kain batik di pertengahan abad XIX. Pada saat itu produsen batik mulai mencari cara untuk bisa memproduksi batik dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat.
Dari sini kemudian dibuatlah lempengan besi dengan motif batik untuk membubuhkan malam pada permukaan kain mori. Lempengan besi ini kemudian berfungsi seperti “stempel” yang dicapkan ke atas kain. Sehingga batiknya kemudian disebut sebagai batik cap.
Ciri-ciri:
1) Motifnya cenderung berulang, tidak banyak detail.
2) Bolak-balik warnanya tidak sama, bagian belakang cenderung memiliki warna yang lebih redup atau tipis.
3) Karena sudah masuk produksi masal, kualitas bahan umumnya tidak terlalu baik.
4) Dijual per lembar dengan ukuran standart kain potong.
5) Karena kain mori, biasanya tidak melalui proses perebusan berhari-hari seperti batik tulis.
BATIK PRINT
Atau yang bisa juga disebut sebagai kain tekstil bermotif batik. Muncul di Indonesia tahun 1970-an seiring penetapan batik sebagai pakaian nasional.
Kain tekstil bermotif batik ini awalnya diproduksi oleh industri tekstil lokal, namun karena permintaan yang semakin banyak akhirnya batik print ini juga diproduksi oleh pabrik luar negeri — inilah yang kemudian dikhawatirkan akan mematikan industri kerajinan batik lokal.
Ciri-ciri:
1) Motifnya sangat detail dan rapi, sangat rapi bahkan.
2) Warnanya cerah dan sangat menarik.
3) Bagian belakang berwarna putih, dengan sedikit tembusan-tembusan warna dari bagian mukanya.
4) Harganya sangat murah.
5) Biasanya dijual meteran.
Tidak sulit kan membedakan batik tulis, cap dan print? Hanya butuh latihan. Semakin sering kita bersentuhan dengan kain batik, memakainya dan berdialog dengan pedagang serta pembuatnya, semakin ahli kita mengidentifikasi kain batik.
http://id.she.yahoo.com
Selasa, 01 Mei 2012
Apakah Anda Sudah Siap Menikah?
Pernikahan tanpa persiapan mental yang matang amat rawan terhadap
perpisahan. Sebelum melangkah lebih jauh, lebih baik pastikan dulu,
apakah Anda dan pasangan sudah siap mengarungi biduk rumah tangga.
Psikoterapis Tina B. Tessina dalam buku “The Unofficial Guide to Dating
Again” menuliskan beberapa hal yang harus Anda cermati sebelum menikah.
Ini dia!
1. Definisikan komitmen
Anda dan pasangan harus menyadari, pernikahan bukanlah ikatan komitmen selama satu-dua bulan saja. Pernikahan adalah perjanjian antara Anda, pasangan dan Tuhan seumur hidup. Pastikan Anda dan pasangan memiliki komimen yang sama mengenai pernikahan. Jika tidak akan menjadi masalah dalam pernikahan Anda.
2. Tanggung jawab dalam pekerjaan rumah
Anda masih sangat tergantung pada orangtua atau pembantu rumah tangga dalam mengurus diri? Kurangi kebiasaan ini jika Anda ingin menikah. Saat menikah bukan hanya Anda harus bertanggung jawab pada diri sendiri, tapi juga pasangan. Walau terkesan kecil, namun saat berumah tangga, hal sepele seperti cucian piring bisa menjadi bibit pertengkaran.
3. Mengendalikan emosi
Pengendalian emosi merupakan hal utama saat mempersiapkan pernikahan. Jangan sampai emosi Anda yang mudah tersulut membuat pernikahan berantakan. Emosi yang tak terkendali sering kali membuat seseorang mudah mengatakan “pisah” atau “cerai”. Jika hal itu terjadi, hanya penyesalan yang akan dirasakan.
4. Pengelolaan keuangan
Keuangan akan menjadi sumber pertengkaran saat menikah nanti. Tak ada salahnya untuk berdiskusi dengan calon Anda mengenai hal ini. Buatlah kesepakatan bagaimana cara kalian mengelola pendapatan nantinya. Dengan hal ini kemungkinan Anda dan pasangan bersitegang karena uang menjadi kecil.
5. Menjalin hubungan dengan keluarga besar
Saat menikah Anda tidak hanya harus siap berhubungan dengan pasangan saja, namun juga seluruh keluarga besar. Jika saat berpacaran Anda merasa tak cocok dengan keluarganya, hal itu akan menjadi masalah saat menikah nanti. Pastikan juga hubungan Anda dan keluarga besar pasangan lancar dan akur sebelum memutuskan menikah.
6. Menemukan 'bahasa cinta' yang berbeda
Romantisme masa pacaran dengan menikah akan berbeda. Saat menikah, keintiman mungkin tak lagi menjadi santapan sehari-hari. Oleh karena itu, Anda dan pasangan harus lebih saling mengenal lebih jauh sehingga tak ada prasangka buruk yang timbul saat berumah tangga nanti.
Jadi, apakah Anda sudah siap menikah?
http://id.she.yahoo.com
1. Definisikan komitmen
Anda dan pasangan harus menyadari, pernikahan bukanlah ikatan komitmen selama satu-dua bulan saja. Pernikahan adalah perjanjian antara Anda, pasangan dan Tuhan seumur hidup. Pastikan Anda dan pasangan memiliki komimen yang sama mengenai pernikahan. Jika tidak akan menjadi masalah dalam pernikahan Anda.
2. Tanggung jawab dalam pekerjaan rumah
Anda masih sangat tergantung pada orangtua atau pembantu rumah tangga dalam mengurus diri? Kurangi kebiasaan ini jika Anda ingin menikah. Saat menikah bukan hanya Anda harus bertanggung jawab pada diri sendiri, tapi juga pasangan. Walau terkesan kecil, namun saat berumah tangga, hal sepele seperti cucian piring bisa menjadi bibit pertengkaran.
3. Mengendalikan emosi
Pengendalian emosi merupakan hal utama saat mempersiapkan pernikahan. Jangan sampai emosi Anda yang mudah tersulut membuat pernikahan berantakan. Emosi yang tak terkendali sering kali membuat seseorang mudah mengatakan “pisah” atau “cerai”. Jika hal itu terjadi, hanya penyesalan yang akan dirasakan.
4. Pengelolaan keuangan
Keuangan akan menjadi sumber pertengkaran saat menikah nanti. Tak ada salahnya untuk berdiskusi dengan calon Anda mengenai hal ini. Buatlah kesepakatan bagaimana cara kalian mengelola pendapatan nantinya. Dengan hal ini kemungkinan Anda dan pasangan bersitegang karena uang menjadi kecil.
5. Menjalin hubungan dengan keluarga besar
Saat menikah Anda tidak hanya harus siap berhubungan dengan pasangan saja, namun juga seluruh keluarga besar. Jika saat berpacaran Anda merasa tak cocok dengan keluarganya, hal itu akan menjadi masalah saat menikah nanti. Pastikan juga hubungan Anda dan keluarga besar pasangan lancar dan akur sebelum memutuskan menikah.
6. Menemukan 'bahasa cinta' yang berbeda
Romantisme masa pacaran dengan menikah akan berbeda. Saat menikah, keintiman mungkin tak lagi menjadi santapan sehari-hari. Oleh karena itu, Anda dan pasangan harus lebih saling mengenal lebih jauh sehingga tak ada prasangka buruk yang timbul saat berumah tangga nanti.
Jadi, apakah Anda sudah siap menikah?
http://id.she.yahoo.com
Label:
Menikah
Lokasi:
Bandung, Indonesia
Senin, 30 April 2012
Lulusan Desain Grafis Makin Dibutuhkan
Era teknologi informasi dan kemajuan teknologi digital mendukung prospek
lulusan sarjana desain grafis untuk memenuhi kebutuhan tenaga
profesional di bidang desain di sejumlah perusahaan nasional maupun
multinasional. Perkembangan jenis media juga mendukung profesi ini dalam
bidang promosi dan branding produk untuk keperluan periklanan.
Profesi desainer memang selalu menarik.Tidak saja karena kemampuan mereka merancang konsep desain secara kreatif dan inovatif,juga memanfaatkan teknologi secara maksimal serta dapat menciptakan karya-karya desain yang orisinal untuk iklan,poster,ilustrasi,corporate identity,komersial,dan desain lainnya.
Selain itu,cakupan desain grafis saat ini sudah cukup luas dan beragam mengikuti perkembangan zaman,seperti desain komunikasi visual,desain multimedia,dan desain interior. Sekarang kita bahas salah satunya,yakni desain komunikasi visual.Desain komunikasi visual adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi serta ungkapan kreatif,teknik,dan media dengan memanfaatkan elemen visual atau rupa untuk menyampaikan pesan.Hal itu membuatnya menjadi menarik,efektif,informatif,dan komunikatif.
Banyak hal mendasar yang dipelajari pada studi desain komunikasi visual ini. Berbeda dengan seni murni (seni rupa) yang merupakan karya seni untuk ungkapan ekspresi sang seniman,desain grafis maupun desain komunikasi visual cakupannya lebih luas.Antara lain mengembangkan label produk untuk promosi dan iklan di media massa. Konsep desain yang baik ini dipelajari untuk membantu menciptakan dan mengembangkan corporate identitydan corporate imageyang sangat dibutuhkan dalam pemasaran produk atau penyelenggaraan event perusahaan melalui penerapan teknik perancangan sesuai kebutuhan publikasi.
Sementara,desain multimedia sangat memerlukan kemampuan untuk mengomunikasikan informasi atau konsep melalui berbagai bentuk media audio video, seperti gambar,suara,teks,animasi,dan diikuti oleh kemampuan menggabungkannya.Desain multimedia juga sangat memaksimalkan fungsi internet sebagai sarana pendukung untuk proses penyampaian pesan yang diinginkan.Teknologi memang sangat berperan dalam perkembangan desain atau merancang suatu karya orisinal.
Pengamat pendidikan Lukman Hakiem Saifuddin mengatakan,program studi desain grafis saat ini semakin bagus prospeknya.Hal itu berkat kemajuan di bidang teknologi informasi dan komputer.Dan,perkembangan teknologi sudah sangat mendukung profesi seorang desainer grafis untuk melakukan pekerjaannya,seperti mendesain atau merancang suatu karya.Desain tersebut saat ini juga dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk karya yang digunakan perusahaan untuk membuat konsep promosi,iklan,atau branding suatu produk. Calon mahasiswa yang memang memiliki minat dan keahlian dalam mendesain,serta ingin memperdalam ilmunya di bidang desain grafis,dapat memilih program D-III.
“Profesi desain grafis mahirnya secara praktik. Memiliki keterampilan praktis sehingga dia ahli dalam operasional,bukan menjadi pakar teori,”kata Lukman. Sementara itu,Direktur Institute of Education Reform (IER) Universitas Paramadina Utomo Danan Jaya mengatakan,di Indonesia,perkembangan program studi mengikuti permintaan dan kebutuhan perusahaan. Salah satunya,belakangan ini,kemampuan desain grafis semakin dibutuhkan oleh berbagai perusahaan sehingga banyak kampus yang akhirnya membuka program studi desain. “Lapangan pekerjaan ini banyak dibutuhkan perusahaan karena kecanggihan IT (information technology) turut mendukung desain grafis yang memerlukan keterampilan teknis dengan kemajuan penggunaan komputer dan perkembangan jenis media,” sebut Utomo.
Desain grafis merupakan bidang keilmuan yang mempelajari tentang seni kreasi dan desain dalam industri teknologi grafis yang dipresentasikan dalam bentuk dua atau tiga dimensi sebagai media komunikasi. Berbagai keahlian bidang desain grafis meliputi perancangan logo,branding,bahan penerbitan,kemasan, literatur promosi,dan media kehumasan.Lulusan desain grafis akan mencetak profil ahli madya desain grafis. Mahasiswa akan belajar mengenal berbagai bentuk media dan publikasi lainnya.
Sesuai dengan perkembangan industri kreatif di Indonesia,lulusan desain grafis bakal menciptakan dan mengangkat kekayaan kreasi lokal melalui desain grafis untuk aplikasi industri,penerbitan,percetakan, periklanan,film,video,gambar,televisi,fashion,dan industri kreatif lainnya.
Profesi desainer memang selalu menarik.Tidak saja karena kemampuan mereka merancang konsep desain secara kreatif dan inovatif,juga memanfaatkan teknologi secara maksimal serta dapat menciptakan karya-karya desain yang orisinal untuk iklan,poster,ilustrasi,corporate identity,komersial,dan desain lainnya.
Selain itu,cakupan desain grafis saat ini sudah cukup luas dan beragam mengikuti perkembangan zaman,seperti desain komunikasi visual,desain multimedia,dan desain interior. Sekarang kita bahas salah satunya,yakni desain komunikasi visual.Desain komunikasi visual adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi serta ungkapan kreatif,teknik,dan media dengan memanfaatkan elemen visual atau rupa untuk menyampaikan pesan.Hal itu membuatnya menjadi menarik,efektif,informatif,dan komunikatif.
Banyak hal mendasar yang dipelajari pada studi desain komunikasi visual ini. Berbeda dengan seni murni (seni rupa) yang merupakan karya seni untuk ungkapan ekspresi sang seniman,desain grafis maupun desain komunikasi visual cakupannya lebih luas.Antara lain mengembangkan label produk untuk promosi dan iklan di media massa. Konsep desain yang baik ini dipelajari untuk membantu menciptakan dan mengembangkan corporate identitydan corporate imageyang sangat dibutuhkan dalam pemasaran produk atau penyelenggaraan event perusahaan melalui penerapan teknik perancangan sesuai kebutuhan publikasi.
Sementara,desain multimedia sangat memerlukan kemampuan untuk mengomunikasikan informasi atau konsep melalui berbagai bentuk media audio video, seperti gambar,suara,teks,animasi,dan diikuti oleh kemampuan menggabungkannya.Desain multimedia juga sangat memaksimalkan fungsi internet sebagai sarana pendukung untuk proses penyampaian pesan yang diinginkan.Teknologi memang sangat berperan dalam perkembangan desain atau merancang suatu karya orisinal.
Pengamat pendidikan Lukman Hakiem Saifuddin mengatakan,program studi desain grafis saat ini semakin bagus prospeknya.Hal itu berkat kemajuan di bidang teknologi informasi dan komputer.Dan,perkembangan teknologi sudah sangat mendukung profesi seorang desainer grafis untuk melakukan pekerjaannya,seperti mendesain atau merancang suatu karya.Desain tersebut saat ini juga dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk karya yang digunakan perusahaan untuk membuat konsep promosi,iklan,atau branding suatu produk. Calon mahasiswa yang memang memiliki minat dan keahlian dalam mendesain,serta ingin memperdalam ilmunya di bidang desain grafis,dapat memilih program D-III.
“Profesi desain grafis mahirnya secara praktik. Memiliki keterampilan praktis sehingga dia ahli dalam operasional,bukan menjadi pakar teori,”kata Lukman. Sementara itu,Direktur Institute of Education Reform (IER) Universitas Paramadina Utomo Danan Jaya mengatakan,di Indonesia,perkembangan program studi mengikuti permintaan dan kebutuhan perusahaan. Salah satunya,belakangan ini,kemampuan desain grafis semakin dibutuhkan oleh berbagai perusahaan sehingga banyak kampus yang akhirnya membuka program studi desain. “Lapangan pekerjaan ini banyak dibutuhkan perusahaan karena kecanggihan IT (information technology) turut mendukung desain grafis yang memerlukan keterampilan teknis dengan kemajuan penggunaan komputer dan perkembangan jenis media,” sebut Utomo.
Desain grafis merupakan bidang keilmuan yang mempelajari tentang seni kreasi dan desain dalam industri teknologi grafis yang dipresentasikan dalam bentuk dua atau tiga dimensi sebagai media komunikasi. Berbagai keahlian bidang desain grafis meliputi perancangan logo,branding,bahan penerbitan,kemasan, literatur promosi,dan media kehumasan.Lulusan desain grafis akan mencetak profil ahli madya desain grafis. Mahasiswa akan belajar mengenal berbagai bentuk media dan publikasi lainnya.
Sesuai dengan perkembangan industri kreatif di Indonesia,lulusan desain grafis bakal menciptakan dan mengangkat kekayaan kreasi lokal melalui desain grafis untuk aplikasi industri,penerbitan,percetakan, periklanan,film,video,gambar,televisi,fashion,dan industri kreatif lainnya.
Langganan:
Komentar (Atom)











