Pernikahan tanpa persiapan mental yang matang amat rawan terhadap
perpisahan. Sebelum melangkah lebih jauh, lebih baik pastikan dulu,
apakah Anda dan pasangan sudah siap mengarungi biduk rumah tangga.
Psikoterapis Tina B. Tessina dalam buku “The Unofficial Guide to Dating
Again” menuliskan beberapa hal yang harus Anda cermati sebelum menikah.
Ini dia!
1. Definisikan komitmen
Anda dan
pasangan harus menyadari, pernikahan bukanlah ikatan komitmen selama
satu-dua bulan saja. Pernikahan adalah perjanjian antara Anda, pasangan
dan Tuhan seumur hidup. Pastikan Anda dan pasangan memiliki komimen yang
sama mengenai pernikahan. Jika tidak akan menjadi masalah dalam
pernikahan Anda.
2. Tanggung jawab dalam pekerjaan rumah
Anda
masih sangat tergantung pada orangtua atau pembantu rumah tangga dalam
mengurus diri? Kurangi kebiasaan ini jika Anda ingin menikah. Saat
menikah bukan hanya Anda harus bertanggung jawab pada diri sendiri, tapi
juga pasangan. Walau terkesan kecil, namun saat berumah tangga, hal
sepele seperti cucian piring bisa menjadi bibit pertengkaran.
3. Mengendalikan emosi
Pengendalian
emosi merupakan hal utama saat mempersiapkan pernikahan. Jangan sampai
emosi Anda yang mudah tersulut membuat pernikahan berantakan. Emosi yang
tak terkendali sering kali membuat seseorang mudah mengatakan “pisah”
atau “cerai”. Jika hal itu terjadi, hanya penyesalan yang akan
dirasakan.
4. Pengelolaan keuangan
Keuangan
akan menjadi sumber pertengkaran saat menikah nanti. Tak ada salahnya
untuk berdiskusi dengan calon Anda mengenai hal ini. Buatlah kesepakatan
bagaimana cara kalian mengelola pendapatan nantinya. Dengan hal ini
kemungkinan Anda dan pasangan bersitegang karena uang menjadi kecil.
5. Menjalin hubungan dengan keluarga besar
Saat
menikah Anda tidak hanya harus siap berhubungan dengan pasangan saja,
namun juga seluruh keluarga besar. Jika saat berpacaran Anda merasa tak
cocok dengan keluarganya, hal itu akan menjadi masalah saat menikah
nanti. Pastikan juga hubungan Anda dan keluarga besar pasangan lancar
dan akur sebelum memutuskan menikah.
6. Menemukan 'bahasa cinta' yang berbeda
Romantisme
masa pacaran dengan menikah akan berbeda. Saat menikah, keintiman
mungkin tak lagi menjadi santapan sehari-hari. Oleh karena itu, Anda dan
pasangan harus lebih saling mengenal lebih jauh sehingga tak ada
prasangka buruk yang timbul saat berumah tangga nanti.
Jadi, apakah Anda sudah siap menikah?
http://id.she.yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar